Menu Utama

Kontak

Khoirul Anwar

Nasukan

Erna Zulfia

Arif Wahyudin

Antok

Perangkat

Depag

AGENDA


    -  Peringatan Maulid Nabi
       MTsN Malang III   
       10 Pebruari 2012
    -  Apresiasi 
       Ajang Prestasi SD/MI
       11 Pebruari 2012
    -  Ujian Semester Genap Kelas IX
       24-31 Maret 2012
    -  Istighotsah Kubro
       13 April 2012
    -  UAMBN
       16-20 April 2012
    -  Ujian Nasional
       23-26 April 2012
    -  Ujian Praktek
       30 April - 12 Mei 2012
    -  Ujian Semester Genap Kls 7&8
       11 - 18 Juni 2012   

Polling

Menurut anda siapkah MTsN Malang III menjadi RMBI ?
 

Shoutbox

Link

Depag

UIN

edukasi

diknasumm
Banner
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Mujadalah : 11)
Banner
Banner
Minggu, 27 Maret 2011 07:35

BELAJAR SENANG DAN SENANG BELAJAR

Oleh : Mahfudz Effendy, S.PdI

Di dalam al-Qur’an disebutkan, bahwa manusia merupakan makhluk yang mempunyai sifat cinta kepada kesenangan. Sifat itulah yang membuat manusia mengerahkan seluruh tenaga dan waktunya untuk memburu kesenangan. Meskipun secara umum kesenangan itu diidentikkan dengan harta dan kekuasaan, tetapi ada beberapa orang yang memiliki kesenangan yang dianggap orang lain bukan kesenangan. Contohnya adalah belajar. Bagi kebanyakan orang, belajar bukanlah sebuah kesenangan, tetapi ada beberapa orang yang menganggapnya sebagai kesenangan.

Mengapa hal itu bisa terjadi ? Jawabannya adalah belajar itu sendiri. Artinya, seseorang bisa senang kepada sesuatu karena dia belajar menyenangi hal itu. Keinginan belajar untuk menyenangi itu kemudian menjadikan hal yang tidak disenangi menjadi sebuah kesenangan.

Dalam hal ini, faktor yang menjadi penentu keberhasilan dari proses ini adalah adaptasi. Seseorang yang mampu beradaptasi  dengan cepat, maka dia mampu menyenangi sesuatu dengan cepat.

Ketika seorang siswa memasuki sebuah lembaga pendidikan, hal pertama kali yang harus dilakukan adalah adaptasi terhadap lingkungan sekolah. Adaptasi sangat penting, karena hal ini sangat berkaitan erat dengan kenyamanan siswa dalam belajar. Selain beradaptasi dengan teman dan guru yang tidak kalah pentingnya adalah siswa harus beradaptasi dengan kegiatan belajar. Dalam proses adaptasi ini peran guru sangat krusial, yaitu membantu siswa agar bisa belajar menyenangi kegiatan belajar di sekolah. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membua suasana kelas yang menyenangkan.

Salah satu cara menciptakan suasana kelas yang menyenangkan adalah bermain. Johan Huizinga, seorang profesor, teoritisi budaya dan sejarawan Belanda mengatakan bahwa  bahwa manusia adalah homo lendus (makhluk yang suka bermain). Untuk memenuhi hasrat bermainnya itu manusia menciptakan aneka permainan mulai dari yang paling sederhana hingga berteknologi tinggi.  Begitu pula dengan siswa, mereka membutuhkan permainan dalam belajar. Pengabaian terhadap insting bermain ini dalam belajar akan membuat siswa tidak akan mampu menyenangi kegiatan belajar .

Apabila kita  membuat angket kemudian disebarkan pada siswa yang berisi pertanyaan pelajaran apa yang disenangi, maka jawaban yang diperoleh adalah : Olahraga, Seni Budaya dan TIK. Mengapa pelajaran-pelajaran itu paling disukai siswa ?. Jawabannya adalah karena ke tiga pelajaran paling banyak mengandung permainan .  Namun, apabila permainan dalam tiga pelajaran tersebut dihilangkan (misalnya dibuat hanya teori saja tanpa praktek), yang terjadi adalah siswa menjadi tidak senang terhadap pelajaran tersebut. Berangkat dari kenyataan itu, sangat diperlukan guru-guru yang terampil membuat permainan serta mampu mengaplikasikannya dalam belajar.

Guru tidak harus menciptakan suatu permainan yang baru untuk bisa diaplikasikan di kelas. Guru bisa mencontoh dan memodifikasi ragam bentuk permainan yang sudah dikenal. Misalnya, monopoli, ular tangga dan TTS.  Selain itu, model-model kuis yang banyak ditayangkan di televisi dapat dimodifikasi dan  diterapkan dalam pembelajaran.  Permainan dalam bentuk digital seperti game dan animasi adalah  yang paling bagus dan menarik. Tetapi pembuatannya tidak mudah,  karena membutuhkan ketrampilan khusus dari guru. Membuat permainan dalam belajar tidaklah sulit bagi guru. Yang menjadi masalah adalah maukah dan sempatkan guru membuatnya dalam keadaan beban mengajar yang sangat tinggi akibat sertifikasi ?.

Adalah hak siswa untuk mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan ketika belajar di kelas. Terpenuhinya hak ini akan  membawa dampak yang positif,  yaitu siswa akan senang belajar. Prilaku ini akan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan tujuan pendidikan kita semua.

Comments
Add New Search
Satria Aji P.  - BELAJAR SENANG & SENANG BWLAJAR     |110.138.245.xxx |Wed-04-2011 21:58:35
Karena balajar adalah suatu jalan menuju kesuksesan yg akan datang bila kita
senang belajar/ rajin belajar.....
Rendra Sang Master  - S`e`n`a`n`g Belajar     |110.138.245.xxx |Wed-04-2011 22:04:18
Good, by learning we can be smart and get the achievement
Bagus Nuswantara (7H)     |110.138.245.xxx |Wed-04-2011 22:06:05
Terima kasih Masanega.......
ternyata belajar itu sangat menyenangkan dan bisa
menambah ilmu pengetahuan.......

Memang benar jika salah satu pelajaran tidak
ada prakteknya pasti siswa/siswi merasa bosan dengan pelajaran tersebut.

Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."