TA’ARUF(AN) BERBUAH KEBERKAHAN

Gondanglegi. Sabtu, 21 Juli 2018. Pagi ini program kelas Agama MTsN 1 Malang mengadakan kegiatan awal tahunan, yaitu Ta’aruf Kelas Agama. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta didik kelas Agama, para pengajar, dan jajaran pengurus program Kelas Agama, serta bapak ibu guru dari rumpun agama.

 

Lantunan ayat suci al Qur’an yang dibawakan oleh Nurul Fauziyah (9D) mengawali acara ini. Dilanjutkan dengan ujian tahfidz dari masing-masing kelas sebagai bentuk motivasi antar peserta didik. Diawali peserta didik kelas 9, kelas 8, dan kelas 7 sebagai pamungkasnya. Masing-masing peserta yang maju ke atas panggung diuji langsung secara bergantian oleh para pengajar Tahfidz. Diantaranya Ustadz Bagus, Ustadzah Hanifah dan Ustadzah Nur Jannati.

 

Ustadz Bagus selaku Mursyid dari Program Tahfidz memberikan motivasi sekaligus mencontohkan adab bagaimana menjadi seorang santri. Mulai dari cara bersalaman dengan ustadz maupun ustadzah, mengawali pelajaran, cara bergaul dengan teman sebaya, dan berakhlak dalam kehidupan sehari-hari, baik di madrasah maupun di rumah. Pada intinya siswa kelas Agama haruslah berbeda pada umumnya dengan siswa lainnya dalam berakhlak.

 

Acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan perkenalan para pengajar di kelas Agama berserta para pengurusnya.

 

Sebagai informasi, pada tahun pelajaran 2018/2019 ini MTsN 1 Malang secara resmi telah membuka program Kelas Agama. Dua tahun sebelumnya kelas (rintisan) Agama sudah dibentuk, akan tetapi dengan berbagai pertimbangan dan proses sehingga baru pada tahun ini di-launching ke masyarakat. Harapannya untuk mewadahi anak-anak yang ingin menghafal al Qur’an ataupun melanjutkan hafalannya. (Amir)

PENUTUPAN TAARUF GALAKSI MASANEGA

Gondanglegi. Kamis, 19 Juli 2018. Kegiatan Masa Taaruf Siswa Madrasah (MATSAMA) resmi ditutup. Kegiatan yang berlangsung mulai Senin kemarin (16/7) telah memberikan banyak pengalaman pembelajaran bagi seluruh siswa MTsN 1 Malang.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan tiap awal tahun ini beragam. Diantaranya wawasan wiyata mandala (memperkenalkan lingkungan madrasah), tata tertib madrasah, tata krama, cerdas dalam ber-medsos, latihan baris berbaris, kesehatan remaja dan juga kegiatan keagamaan.

Kerjasama yang baik antara siswa dan guru dalam kegiatan MATSAMA diharapkan memberikan bekal saat KBM yang mulai efektif esok hari. OSIS yang mendampingi siswa baru kelas 7 juga telah menyumbangsihkan tenaga dan pikiran mereka guna adik kelas mereka "kerasan" di lingkungan baru mereka.

Penutupan bukan hanya dengan upacara, tapi juga dilanjutkan dengan "Talent" Hunt", yaitu penampilan-penampilan dari siswa baru maupun organisasi ekstrakurikuler di MASANEGA.

Generasi baru MASANEGA telah bergabung. Harapan besar mewarnai prestasi MASANEGA di perjalanan selama tiga tahun ke depan. (Amir)

MASANEGA PERINGATI HARDIKNAS

Gondanglegi. Rabu, 2 Mei 2018. Setiap Tanggal 2 Mei Bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau lebih dikenal dengan singkatan HARDIKNAS. Hari ini bertepatan dengan kelahiran sosok pejuang bangsa yaitu Bapak Ki Hadjar Dewantara yang tidak kenal lelah memperjuangkan nasib rakyat pribumi agar bisa memperoleh pendidikan yang layak.

 

Pada saat itu ketika masa penjajahan pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia, terdapat kenyataan bahwa hanya mereka keturunan Belanda dan orang-orang kaya saja yang bisa memperoleh pendidikan, sedangkan rakyat pribumi sengaja dibiarkan buta huruf dan tidak bisa mengenal pendidikan.

 

Di kehidupan sekarang, rakyat Indonesia yang tak lagi dijajah mempunyai hak yang sama dalam pendidikan. Masyarakat diperbolehkan memilih sekolah manapun untuk menuntut ilmu. Begitupun MTsN 1 Malang semua lapisan masyarakat mempercayakan putra putrinya untuk ditempa disini.

 

Pada hari ini, MASANEGA memperingati HARDIKNAS dengan upacara bendera dan juga bersama-sama mendoakan pahlawan bangsa. Diikuti oleh seluruh civitas akademika madrasah, mulai dari siswa dan para guru serta karyawan dengan hikmat mengikutinya.

 

Dalam amanah pembina upacara yang disampaikan oleh Mrs. Ana, sapaan akrab beliau. Beliau menceritakan kembali bagaimana semua siswa yang terdaftar di madrasah ini merupakan anak-anak terpilih mengalahkan hampir sebagian pendaftar pada tiap tahunnya. Maka pantaslah bersyukur dengan belajar sebaik-baiknya selama di madrasah ini. Memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki dan terus berprestasi, baik untuk diri pribadi, orang tua, madrasah, masyarakat, negara, dan agama.

 

Juga diadakan penyerahan piala secara simbolik selama lomba pada bulan April kemarin, diantaranya Lomba Karya Tulis Ilmiyah Bidang IPS Se-Kabupaten Malang Juara 1 dan Harapan 1, Juara 1 MTQ dan Juara 1 Lomba Cerdas Cermat  Agama di SMANEKA, serta Tim sepak bola MTsN 1 Malang juara 3 Kompetisi U-15 Askot PSSI Kota Malang 2018. (Amir)

WAKTUNYA "REFRESHING"

Gondanglegi. 1 Mei 2018. Minggu-minggu ini menjadi Cooling Down Time bagi seluruh siswa di MASANEGA, baik kelas 9 maupun program kelas khusus. Seperti pada program kelas Olimpiade kurang lebih selama dua bulan penuh mereka dipersiapkan menghadapi Kompetisi Sains Madrasah (KSM), ada waktu yang tepat bagi mereka untuk refresh pikiran mereka dengan mengadakan studi wisata.

Studi Wisata yang dilaksanakan kemarin (30/4) diikuti oleh seluruh siswa kelas Olimpiade, baik kelas 7, 8 dan 9. Destinasinya yaitu Taman Safari Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Mereka didampingi oleh para guru kelas Olimpiade dan para tutor yang hampir tiap waktu tak kenal lelah mendampingi hingga mengantarkan meraih prestasi tertinggi.

Juga, program kelas Bilingual mengadakan outbond dua hari sebelumnya (28/4). Outbond kali ini diikuti hanya dari kelas 9 saja. Didampingi oleh Waka Kesiwaan, Waka Humas, dan para pengurus program Bilingual.

Goa Perawan, Desa Bajul Mati, Kecamatan Gedangan menjadi tempat tujuan seperti pada tahun sebelumnya. Dipilihnya Goa Perawan, di samping tempatnya yang masih natural, juga karena dapat memacu adrenalin. Diantara permainan yang dirasakan oleh para peserta adalah menyusuri gua, bermain kano sepanjang aliran sungai hingga ke pantai Ungapan, berenang di pantainya, dan diakhiri dengan "rujakan" sebagai penghangat badan setelah bermain lama di pantai.

Tentunya kegiatan-kegiatan tersebut sudah diagendakan oleh para pengurus tiap-tiap program sebagai penunjang kegiatan belajar selama di program khusus. (Amir)